Rabu, 28 Desember 2022

Gokil! Tahu Sumedang Sari Bumi Tetap Berdiri Kokoh Hingga 12 Tahun

Ahmad (53) adalah penjual makanan khas dari daerah Sumedang yang namanya sudah dikenal di kalangan pecinta kuliner, apalagi kalau bukan “Tahu Sumedang Sari Bumi”.  Tahu Sumedang Sari Bumi sudah berdiri selama 12 tahun dari tahun 2010. Selama 12 tahun berjualan, Ahmad (53) memasok tahu tersebut dari pabrik yang terletak di Cisaat dekat jembatan Cigunung.



Ahmad (53) mulai berjualan setiap harinya mulai pukul 06.30 pagi hingga 19.00 malam di Jl. Raya Cisaat No 5 Kecamatan Cisaat. "Kalau di sini buka dari setengah tujuh sampai pukul tujuh malam" Ujar Ahmad (53) 18/12/2022. Ahmad (53), sudah memiliki empat cabang tahu Sumedang yang terletak di Cisaat, Salakaso, Cibeureum R.A Kosasih depan Alfamart dan Balai Desa Sukaraja. "ini cabangnya 4 ada di Cisaat, Salakaso, Cibeureum R.A Kosasih depan Alfamart dan Balai Desa Sukaraja" Ujar Ahmad (53) 18/12/2022.



Tekstur tahu sumedang yang lembut, ringan dan rasa yang gurih dimulut cocok dijadikan cemilan untuk Bekile Lovers yang suka ngemil. Bila pembeli banyak, omzet Ahmad per hari bisa mencapai Rp 700.000 dengan total tahu terjual sebanyak 250 tahu.


Rabu, 28 Desember 2022

Penulis: Mutiara Nur Fitri

Editor: Fadiyatunnisa 



Senin, 26 Desember 2022

Nikmatnya Jajan Ketan Bakar Abah Udin!

Menjelang pergantian tahun baru di bulan desember selalu diiringi dengan musim hujan dan tak jarang membuat para bekile lovers merasa lapar setiap saat. Banyak pilihan makanan yang bisa bekile lovers nikmati. Salah satunya yaitu ketan Bakar, kudapan yang cocok dinikmati pada saat musim hujan.

Ketan bakar dengan aroma khas yang sudah melegenda dapat bekile lovers jumpai di kota Sukabumi Jl. Pajagalan, kelurahan Nyomplong, kecamatan Gunungpuyuh tepatnya ketan bakar Odeon abah Udin. Namun, kini ketan bakar itu diteruskan oleh anaknya Yuli (43 tahun).

Ketan bakar dengan keontetikan rasa dan sudah jarang ditemui merupakan salah satu makanan tradisonal khas Betawi. Cara penyajian yang tak membutuhkan waktu lama yang sangat direkomendasikan bagi lovers yang sudah merasakan lapar yang tak tertolong. Sajiannya yang terdiri dari ketan bakar yang ditaburi serundeng dan oncom. Namun, Bekile lovers bisa menyesuaikan toping serundeng atau pun oncom sesuai dengan seleranya masing-masing.
Makanan tradisional ketan bakar ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan mudah dicari dipasaran. Terbuat dari beras ketan dan parutan kalapa yang dikukus, diuleni dengan cara ditumbuk dan ditaburi garam dan kemudian dipotong sesuai dengan selera. Sepeti berbentuk kotak.
Bagi Bekile lovers yang ingin bernostalgia merasakan makanan legendaris ketan bakar abah Udin ini dapat mengunjunginya mulai dari pukul 16.00-20.00 dengan harga Rp. 7.000 per satu potong ketan bakar. Ketan bakar abah Udin dalam sehari dapat menjual 50 porsi ketan bakar.

Yuli (43 tahun) “Buka mulai dari jam 16,00-20.00 dan dalam sehari biasa terjual 50 porsi kadang itu juga tak tentu setiap harinya terjual 50 porsi, untuk harga satu porsi ketan bakar itu Rp 7.000” ujarnya.

Senin, 26 Desember 2022

Penulis: Astri Anggita Aryanti
Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Kamis, 22 Desember 2022

Sama-sama dari Singkong. Tapi Kok Beda?!

Combro dan misro adalah dua jenis cemilan khas Sunda yang terkenal enak dan banyak diminati. Peminatnya bukan hanya orang sunda, di beberapa daerah lain pun banyak yang menggemari makanan ini.

Combro atau kadang disebut comro sering dianggap sama dengan misro. Apalagi bahan utama makanan ini yang hampir sama yakni dari parutan singkong. Padahal keduanya sangat berbeda, baik dari segi rasa, tekstur, isian bahkan bentuknya.

Combro merupakan singkatan bahasa Sunda yakni oncom di jero atau di dalam. Combro memiliki rasa gurih dengan isian oncom atau tempe yang terkadang terasa pedas dan memiliki bentuk bulat agak lonjong. Teksturnya renyah namun lembut ketika digigit.
Berbeda dengan combro yang rasanya asin-pedas, misro justru rasanya manis, dan berbentuk bulat. Sesuai dengan namanya ‘Misro’ yang merupakan singkatan dari amis di jero dalam bahasa Indonesia berarti manis di dalam. Sama halnya dengan combro bahan utama dari pembuatan misro adalah parutan singkong lalu diisi dengan gula merah dan digoreng garing.

Mudah sekali bukan bahan-bahan dari combro dan misro ini? Bisa juga menjadi inspirasi ide jualan. Hal tersebut sudah dilakukan oleh Ari (23) yang merupakan penjual combro dan misro. Ari (23) sendiri sudah berjualan dari tahun 2019 atau sudah berjualan combro dan misro ini selama 3 tahun.

“Saya sudah berjualan dari tahun 2019 kurang lebih sudah 3 tahun saya berjualan disini dan tidak berpindah-pindah” Ucap Ari (20/12/2022).

Combro dan misro ini berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 234 kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Lebih tepatnya disekitar bioskop Movieplex Kota Sukabumi.
Adapun harga dari combro dan misro ini sangat terjangkau, mulai dibandrol dengan harga Rp 1.000/biji. Cukup ramah di kantong bukan Bekile Lovers?
“Setiap hari comro dan misro ini bisa habis sampai 1.500 biji dengan omzet berkisar Rp. 1.000.000 sedangkan di hari libur bisa habis 2000 biji dengan omzet rata-rata sekitar Rp. 2.000.000 perhari” ucap Ari (20/12/22).

Bagi Bekile Lovers yang ingin menikmati combro dan misro yang enak dan gurih ini bisa berkunjung ke Jalan Bhayangkara No. 234 kota Sukabumi yang berlokasi di depan pintu masuk bioskop movieplex Kota Sukabumi.

Jumat, 23 Desember 2022

Penulis: Rany Fauziah
Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Selasa, 20 Desember 2022

Bukan Sembarang Bubur Kacang, Ini Bubur Kacang Hijau Khas Madura!

Bubur kacang hijau adalah bubur khas Indonesia yang rasanya manis berbahan dasar kacang hijau. Pada umumnya bahan-bahannya meliputi kacang hijau, santan, dan gula aren. Cara pengolahannya dengan merebus kacang hijau sampai lunak, kemudian ditambahkan gula aren sebagai kuah dan santan sebagai saus.

Bubur kacang hijau ini memiliki banyak varian tergantung setiap daerah di Indonesia. Kali ini kita akan membahas mengenai bubur kacang khas Madura. Sudah terlihat jelas dari namanya, bubur kacang ini berasal dari Madura.
Bubur kacang khas Madura ini pada umumnya sama-sama berbahan dasar kacang hijau. Namun, yang menjadi pembeda adalah tidak menggunakan gula aren sebagai kuahnya, melainkan santan. Selain itu, kacang hijaunya tidak direbus sampai pecah atau lunak.

Sama dengan bubur kacang pada umumnya, pengolahan bubur kacang khas Madura ini cukup mudah dan menjadi inspirasi ide jualan. Hal tersebut, sudah dilakukan oleh Nur (22) sejak tahun 2018 atau sudah berjualan bubur kacang hijau khas Madura ini selama 4 tahun.
“Saya sudah berjualan sekitar 4 tahun disini dan tidak berpindah-pindah” tutur Nur (20/12/2022).
 Bubur kacang hijau khas Madura ini berlokasi di depan halaman SDN Cibungur Kota Sukabumi atau beralamat di Jalan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Bubur kacang hijau khas Madura ini diwariskan secara turun temurun oleh Ayah Nur (22) yang asli dari Madura jadi sudah dijamin keasliannya. Harganya bubur kacang ini pun sangat terjangkau yaitu Rp. 10.000 per-porsi. Bubur kacang khas Madura ini disajikan dengan roti dan ketan sebagai pelengkap. Bagi Bekile Lovers yang kurang suka dengan ketan, bisa memilih untuk tidak menambahkannya.
Omzet yang dicapai Nur (22) selama berjualan bubur kacang hijau khas Madura ini perhari berkisar Rp. 200.000. “Omzet rata-rata perhari selama berjualan bubur kacang ini adalah sekitar Rp. 200.000” tutur Nur (20/12/2022).

Wow! Bisa menjadi inspirasi nih bagi Bekile loves yang ingin berjualan bubur kacang khas Madura. Begitupun bagi Bekile Lovers yang ingin mencoba atau menikmati bubur kacang khas Madura ini bisa berkunjung ke Jalan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum dengan patokan di depan SDN Cibungur Kota Sukabumi.

Rabu, 21 Desember 2022

Penulis: Nisrina Kamilia Sobari
Editor: Fadiyatunnisa 

Minggu, 18 Desember 2022

Sekoteng, Minuman Manis yang Menghangatkan. Cocok saat Cuaca Dingin


Jawa Tengah adalah sebuah provinsi yang memiliki banyak sekali jenis makanan daerah yang ada di dalamnya. Provinsi Jawa Tengah dapat dicirikan sebagai suatu daerah yang memiliki banyak makanan bercita rasa manis. Salah satu contohnya yaitu sekoteng.

Sekoteng adalah salah satu jenis minuman manis yang terbuat dari gula jawa dan juga jahe. Sekoteng merupakan salah satu makanan yang biasanya disajikan dengan keadaan panas atau hangat cocok dinikmati pada saat cuaca dingin.

Opay (48) salah seorang penjual sekoteng yang sudah menjalani profesinya sejak 11 tahun lalu. Selama 11 tahun berjualan, Opay (48) merintis usahanya sendiri. “Saya mulai merintis dan belajar sendiri cara pembuatannya. Semua bahan bahan nya alami tanpa pengawet. Ada rasa pandan dan jahe, keduanya terbuat dari air rebusan pandan dan jahe yang saya olah sendiri” ucap Opay (19/12/22).

Opay (48) biasa menjual sekoteng di depan Museum Pegadaian Sukabumi Jalan Pelabuhan II, Tipar, Kecamatan Citamiang. Biasanya buka dari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 dengan omset yang  berbeda beda setiap harinya. “Omset setiap hari tidak menentu tapi jika penjualan sedang sepi biasanya habis 60 porsi”ucap Opay (19/12/22).


Selama keseharian nya menjual sekoteng, Opay (48) tidak mengalami banyak kesusahan dalam membuat sekoteng, selain karena cara membuatnya mudah, bahan-bahan yang dibutuhkannya dalam membuat sekoteng pun juga mudah untuk ditemukan. “Tidak ada kesulitan dalam pembuatan sekoteng, bahan bahannya hanya kacang hijau, potongan roti tawar, potongan biskuit, kolang kaling, jahe, pandan, kayu manis, cengkih, sagu mutiara, dan jali” ucap Opay (19/12/22).


Senin, 19 Desember 2022


Penulis: Fadiyatunnisa

Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Kamis, 15 Desember 2022

Ini Kue Pancong Bukan Kue Pocong!

Kue pancong adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan parutan kelapa dan dimasak dalam wajan cetakan khusus. 
Kue pancong ini biasa ditemukan di pasar tradisional Indonesia. 

Kue pancong ini dapat menjadi salah satu peluang usaha. Sama halnya dengan yang dilakukan Ilyas (32). Pada tahun 2011, Ilyas (32) merantau dari Garut ke kota Sukabumi. Tidak terasa duabelas tahun Ilyas (32) merintis usahanya dengan berjualan kue pancong.

 “Alasan memilih berjualan kue pancong, karena kue ini merupakan makanan tradisonal dan makanan pancong itu unik” Ucap Ilyas (15/12/22).

 Ilyas (32) menjajakan dagangannya pada pagi hari di sekitar lapang merdeka Kota Sukabumi, lalu pada siang hari ia biasa berdiam di daerah sekitar toko Sansui dan pada sore hari ia berada di sekitaran dago. Kue pancong ini, merupakan salah satu makanan tradisional yang masih eksis sampai saat ini. Selain itu, bahwa kue pancong masih digemari oleh kalangan muda dan tua.
 Kue pancong ini selain makanan tradisonal khas betawi yang unik, pembuatannya pun cukup mudah dan praktis. Makanan ini kebanyakan cocok dilidah warga Sukabumi.

“Adapun bahan-bahannya yaitu, kelapa dan tepung ditambah sedikit garam. Topingnya hanya gula saja (original), tidak menggunakan toping lain. Pembuatannya dalam sehari bisa mencapai 2kg dan terkadang tidak menentu” Ucap Ilyas (15/12/22).

 Makanan khas betawi tersebut, merupakan makanan turun-temurun yang dijual oleh keluarga Ilyas (32). Awalnya usaha usaha kue pancong ini dirintis oleh ayahnya yang bernama Ade Suwanda (60), lalu diturunkan atau diwariskan kepada anaknya yaitu Ilyas (32) sendiri.

 Para pecinta kuliner, terutama Bekile Lovers tidak perlu khawatir perihal harganya. Harga kue pancong tersebut ramah di kantong anak sekolah hanya Rp 6.000/porsi.

Jumat,16 Desember 2022

Penulis: Sri Dewi Rahmawati
Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Selasa, 13 Desember 2022

Tahu Gejrot Kuah Pedas dan Manis? Nagih Rasanya


Ujang Iskandar (38) adalah seorang penjual kuliner makanan khas Cirebon. Makanan tersebut sudah populer di beberapa daerah termasuk Sukabumi. Sajian kuliner ini, disajikan dengan kuah yang pedas dan manis yaitu tahu gejrot. “Makanan tahu gejrot ini khas Cirebon” ucap Ujang Iskandar (38)  30/11/2022.    

 Usaha Tahu Gejrot dimulai saat Ujang Iskandar (38) diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja dan mulai berjualan di Jalan Sukaraja selama kurang lebih 2 tahun. Alasan Ujang Iskandar (38) memilih berjualan tahu gejrot, karena kuliner makanan paling mudah dibuat, tradisional dan praktis, serta bahan-bahannya mudah untuk ditemukan. Awal mula berjualan Ujang Iskandar (38) mengalami kesulitan, tapi begitu terbiasa, jadi mudah. “Kebetulan awalnya sulit, tapi begitu terbiasa, mudah" Ucap Ujang Iskandar (38) 30/11/22. Kesulitannya terletak pada bahan baku tahu, karena tahu khas sukabumi dan cirebon berbeda. Oleh sebab itu, Ujang Iskandar (38) menyuplai bahan baku tahu dari Sukabumi, apabila mengambil tahu dari Cirebon kualitas tidak terjamin dan pengirimannya bisa saja terlambat karena jaraknya jauh. Setelah dua tahun berjualan di Sukaraja, Ujang Iskandar (38) mulai berkeliling dari Sukaraja menuju Pintu Hek dan akhirnya menetap di depan Pasar Pelita selama kurang lebih dua minggu. Ujang Iskandar (38) dalam sehari bisa menghabiskan 300-400 tahu dan menghasilkan omzet Rp 400.000. Namun, hal ini akan disesuaikan dengan jumlah tahu dan jumlah pembeli. Bahan membuat tahu gejrot dimulai dari tahu, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam dan air gula sebagai bumbu rahasia. “Kalau bahannya sederhana, yang utama bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam, dan yang paling utama adalah air gula sebagai bahan rahasianya” ucap Ujang Iskandar (38). 30/11/22.

Pecinta kuliner tidak perlu khawatir. Untuk harganya, tahu yang dijual Ujang Iskandar (38) sendiri tergolong terjangkau dan aman dikantong pelajar. Sekitar Rp 5.000-7.000 per porsi.

Rabu, 14 Desember 2022


Penulis: Mutiara Nur Fitri 
Editor: Fadiyatunnisa

Senin, 12 Desember 2022

Serrr, minuman seger ya Es loder

 


Es loder merupakan minuman khas daerah Bogor dengan jenis isian yang bermacam-macam. Memiliki cita rasa yang segar, dan cocok dinikmati di siang hari. Walaupun es loder berasal dari Bogor, bekile lovers jangan khawatir kini es loder dapat dijumpai di kota Sukabumi.

Es loder yang manis dan menyegarkan wajib dicicipi bagi para pecinta kuliner. Isiannya yang  beragam mulai dari bubur sumsum yang berwarna hijau, candil, sagu mutiara, biji salak, lalu disiram dengan air gula merah, santan dan diberi es batu. Sudah terbayang bagaimana segar dan manisnya es loder jika dinikmati?

Salah satu es loder yang bisa bekile lovers nikmati yaitu es loder Rian(38) yang biasa berjualan keliling  di depan Pasar pelita dan sekitaran Jl. Ahmad Yani kota Sukabumi.


"Saya biasa berjualan keliling  mulai dari pasar yang dekat stasiun, pasar pelita sama ke sekitaran Jl. Ahmad Yani” Tegas Rian(38).  Es loder Rian(38) bisa bekile lovers jumpai dari hari senin sampai minggu, kecuali hari jumat libur. Selain berjualan keliling, es loder ini bisa dipesan untuk acara-acara besar. “Saya jualan gak keliling aja, bisa terima pesanan buat acara hajatan, ulang tahun atau buat syukuran juga bisa” sambung Rian(38).

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es loder cukup mudah dicari dan terjangkau di pasaran. Bahan-bahan yang digunakan yaitu tepung beras atau puding hunkue, daun pandan, ubi, santan, gula merah, dan tepung aci. “Bahan-bahan yang dipake cukup banyak tapi mudah dicari mulai dari tepung beras atau hunkue buat pembuatan bubur sumsum, daun pandan, ubi untuk bahan candil (biji salak), gula merah yang dimasak pake air, sama tepung aci untuk bahan pacar cina” jelas Rian (38).  Untuk bisa menikmati minuman segar ini, bekile lovers gak perlu risau karena tidak merogoh kocek uang jajan yang besar. Satu gelas cup es loder bisa dinikmati dengan harga Rp 5000, 00. Penjualan es loder cukup menjajikan, karena dalam sehari Rian(38) bisa menjual 50 porsi es loder. Jadi, tunggu apalagi yuk segera cicipi kesegaran es loder  Rian (38).

Senin, 12 Desember 2022


Penulis: Astri Anggita Aryanti
Editor: Fadiyatunnisa

Kamis, 08 Desember 2022

Salad Tradisional Khas Sunda


Gado-gado atau istilah sunda sering disebut lotek, merupakan salah satu jenis makanan tradisional Indonesia yang masih banyak diminati khususnya di daerah Pulau Jawa atau Tanah Sunda. Makanan tradisional khas Sunda ini terbuat dari beberapa jenis sayuran rebus seperti kol, wortel, toge, labu siam, kacang panjang, nangka, dan kangkung yang dicampur dengan bumbu kacang langsung sehingga penyajiannya terasa segar.

Meskipun masih banyak yang berminat, namun saat ini lotek sudah jarang ditemui, karena persaingan dari berbagai jenis makanan modern yang lebih menarik. Walau begitu, masih ada yang menjual dan mempertahankan lotek yang sudah hampir punah keberadaanya.

Salah satunya Eni (44) penjual lotek di kota Sukabumi khususnya di daerah depan Pasar Pelita. Eni (44) mendirikan usaha loteknya sejak tahun 2015. Alasan Eni (44) memilih berjualan lotek karena cara pembuatannya yang mudah, dan  bahannya mudah dicari dan masih banyak di gemari khususnya ibu-ibu dan remaja.



“Pertama kali saya berjualan tahun 2015 di Cisaat lalu sekarang pindah ke depan pasar pelita karena ikut suami. Memilih berjualan lotek karena sampai saat ini masih banyak yang mencari terutama ibu-ibu” ucap Eni (01/12/22)

Dalam sehari, Eni (44) menjual lotek sekitar 25 porsi per harinya. Lotek yang terjual hanya sedikit  dikarenakan tempatnya masih baru dan belum diketahui banyak orang. Harga lotek ini hanya Rp. 10.000,00. Selain itu, omzet yang didapatkannya sekitar Rp 250.000,00 di setiap harinya. 

"Saya biasanya buka dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore di depan pasar Pelita Kota Sukabumi” ucap Eni (01/12/2022)

 Rabu, 07 Desember 2022


Penulis: Rany Fauziah
Editor: Fadiyatunnisa

Selasa, 06 Desember 2022

Segerrr! Es Cendol Bermodal Ekonomis Meraup Banyak Untung

Es cendol merupakan minuman tradisional khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras hijau lalu dibentuk dengan penyaring serta dicampur dengan air gula aren dan santan. Es cendol ini cocok diminum saat cuaca panas apalagi ditambah dengan es batu yang mampu menghilangkan rasa panas dan dahaga.

Minuman tradisional Indonesia ini masih diminati banyak orang khususnya di daerah pulau Jawa atau Tanah Sunda. Biasanya es cendol ini ditemui dijalan dan dijual menggunakan gerobak dorong. Es cendol ini selain untuk dikonsumsi, bisa juga menjadi peluang usaha dengan modal yang ekonomis.

Hal ini dilakukan Lili (45) yang sudah berjualan es cendol sejak 2011 sampai saat ini di Kota Sukabumi. Es cendol buatan Lili ini khas dari Cikawung, Lili (45) menekuni berjualan es cendol selama 11 tahun dengan gerobak dorongnya.
Alasan Lili (45) memilih berjualan es cendol karena cara pembuatannya yang mudah, bahannya mudah dicari dan masih banyak digemari khususnya oleh kaum remaja dan anak-anak.

“Saya mulai berjualan es cendol ini pada tahun 2011. Memilih berjualan es cendol karena sampai saat ini, minuman ini masih disukai dan bahan mudah dicari” Tutur Lili (01/12/2022).
Dalam proses pembuatannya, es cendol ini diproduksi sendiri oleh Lili (45) dan biasanya dalam sehari bisa mencapai omzet kurang lebih Rp.300.000,00. Es cendol Pak Lili ini dibanderol dengan harga cukup murah yaitu hanya sebesar Rp.5.000,00 per-gelas plastik dengan isi sekitar 414 ml. Pak Lili biasanya berjualan didaerah kantor pos Kota Sukabumi atau sekitaran di Jalan Ahmad Yani dan di stasiun Kota Sukabumi tepatnya di daerah Kecamatan Cikole.

“Harga es cendol ini hanya Rp. 5.000,00 per-cup dan sehari bisa mencapai omzet kurang lebih Rp. 300.000,00. Saya biasanya mangkal di daerah kantor pos dan didaerah stasiun Kota Sukabumi” tutur Lili (01/12/2022).

Untuk Bekile Lovers khususnya yang berada di Kota Sukabumi, es cendol ini pasti cocok dilidah para pecinta manis. Selain harganya yang murah, es cendol ini dapat menjadi peluang usaha karena bahan-bahan yang murah dan mudah dicari.

Rabu, 07 Desember 2022


Penulis: Nisrina Kamilia Sobari
Editor: Fadiyatunnisa

Senin, 05 Desember 2022

Asinan Bogor Masih Ada! Dimana?


Makanan tradisional adalah suatu makanan yang terdapat di suatu daerah dan bersifat turun temurun, dari generasi ke generasi. Makanan tradisional cenderung memiliki suatu ciri khas yang hanya dapat dimiliki pada makanan yang ada di daerah tersebut.
 

Makanan tradisional memiliki suatu cita rasa yang berbeda-beda dari daerah satu ke daerah lainnya. Makanan tradisional juga biasanya hanya dapat ditemukan di satu daerah itu saja. Sehingga dapat dikatakan bahwa makanan tradisional tersebut menjadi suatu ciri khas dari suatu daerah.

Saat ini makanan tradisional sudah jarang ditemui, yang mana sulit untuk dicari atau bahkan akan banyak dimodifikasi besar-besaran hingga kesan daerah yang semula ditampilkan hampir tidak ada. 

Tetapi, walaupun begitu, setidaknya masih banyak dari segelintir orang yang masih menjual makanan tradisional demi mempertahankan eksistensi dari makanan tradisional yang sudah hampir punah keberadaanya. 




Salah satunya, yaitu Cepi Permana (31).  Cepi Permana (31) merupakan salah seorang penjual Asinan Bogor. Cepi (31) mendirikan usaha asinannya sejak tahun 2012.

"Saya sudah berjualan dari tahun 2012 di sekitar Pasar Pelita turun temurun menggantikan kakak, Rusep ." Ucap Cepi (01/12/22)

Dalam sehari, Cepi (31) menjual asinannya dengan porsi banyak hingga dapat mencapai 100 porsi per harinya. Selain itu, omzet yang di dapatkannya mampu mencapai Rp 500.000.00 di setiap harinya. Cara mengolahnya yang mudah dan bahan yang mudah temui, mampu menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

"Saya memilih berjualan Asinan Bogor karena pembuatanannya mudah, dan bahan bahan dapat ditemui di pasar seperti gula, asem, garam, papaya, bengkuang, nanas, dan lain sebagainya ." Ucap Cepi (01/12/11)

Senin, 05 Desember 2022

Penulis: Fadiyatunnisa
Editor: Nisrina Kamilia 
 

Kamis, 01 Desember 2022

Hebat! Bisnis Es Doger Endang Tembus Rp. 500.000 Per Hari

 Kota Sukabumi kaya akan tempat wisata, budaya dan menjadi salah satu tujuan bagi pecinta makanan. Bagi pecinta kuliner khususnya warga Sukabumi dapat  mengunjungi Jalan Ir. H. Juanda untuk menikmati salah satu minuman tradisional yang jarang ditemui yaitu es doger.  


 Es doger merupakan minuman tradisional khas Cirebon. Minuman tradisional ini dapat memikat selera pecinta kuliner, apalagi saat cuaca panas. Minuman ini menjadi salah satu rekomendasi untuk dinikmati oleh siapa saja yang menyukainya. Endang (49) selaku penjual es doger, sudah merintis usahanya sejak lima tahun yang lalu. 

“Saya sudah berjualan sekitar lima tahun yang lalu, selain itu bahwa saya juga pernah bekerja di proyek. Namun, saya beranggapan lebih baik berjualan dari pada bekerja di proyek.” Ucap Endang (01/12/22).
 Warga Sukabumi dan Bekile Lovers tidak perlu khawatir, karena selain berjualan di Jalan Ir. H Juanda Endang (49) juga berjualan di sekitar catatan Sipil atau Bayangkara. Es doger yang super lezat ini terbuat dari parutan es, ditambah dengan tape, ketan, agar-agar, roti dan diberikan sedikit toping susu serta marjan agar terasa manis di lidah. Endang (49) merupakan seorang penjual yang memilih untuk berhenti bekerja dan melanjutkan untuk berjualan berasal dari kota Sukabumi. Es doger yang dijual oleh Endang (49) bukanlah dari keluaga ataupun mengambil dari orang lain, tetapi mencari informasi di media online.

“Saya mencari tahu langkah-langkah pembuatan es doger ini dari internet, selain itu bahwa dalam proses pembuatan es doger ini memiliki kesulitan. Dalam pembuatan es doger ini memiliki kendala pada awal berjualan karena belum terbiasa. Meskipun adanya kendala bahwa bahan-bahannya cukup mudah, mulai dari parutan es, ditambah dengan peuyem, ketan, agar-agar, roti dan diberikan sedikit toping susu serta marjan agar terasa manis.” Ucap Endang (01/12/22).
 Es doger merupakan minuman yang memiliki rasa enak dan disukai oleh lidah warga Sukabumi. Tidak hanya itu, es doger memiliki bahan-bahan yang cukup mudah ditemui. Oleh sebab itu, warga Sukabumi dan Bekile Lovers jangan takut dan ragu untuk membelinya. Karena  Harganya terjangkau di kantong anak kecil, remaja, maupun dewasa hanya dengan Rp 5.000 percup, kalian bisa mendapatkan es doger yang lezat. Wow... cukup worth it bukan?

“Saya menjual es doger satu cupnya Rp 5.000, dalam pembuatan seharinya dapat mencapai 100 cup. Sehingga pendapatan dalam sehari bisa Rp 500.000.” Ucap Endang (01/12/22).

 Bekile Lovers, tunggu apalagi? Yuk beli dan rasakan enaknya es doger Pak Endang (49). Selain harganya terjangkau, rasanya pun tak kalah dengan kuliner bintang lima.

Jumat, 02 Desember 2022

Penulis: Sri Dewi Rahmawati
Editor: Nisrina Kamilia