Selasa, 29 November 2022

Rujak, Rujak Apa yang Menyiksa?? Rujak Tumbuk

Masjid Agung merupakan lambang kota Sukabumi yang sangat populer di kalangan penduduk, baik dari kota maupun kabupaten Sukabumi. Selain tempat ibadah, sekitar Masjid Agung biasa dijadikan tempat bersantai, berfoto, bahkan jalur rezeki para tulang punggung keluarga yang mencari nafkah dengan cara berjualan makanan. Seperti makanan tradisional rujak tumbuk. Syarif adalah penjual rujak tumbuk keliling yang menggunakan pikulan bambu dan sudah menjalankan usahanya selama 20 tahun. "Saya sudah berjualan sekitar 20 tahun tanpa gerobak dan bermodalkan pikulan bambu" ucap Syarif (29/11/2022)
Rujak tumbuk merupakan salah satu kuliner khas Cirebon yang cara pembuatannya ditumbuk menggunakan alu dengan berbagai aneka buah-buahan dan kaya akan rempah-rempah di dalamnya. aneka buah-buahan dan rempah-rempah tersebut diantaranya bengkuang, jambu kelutuk, kedondong, ubi jalar, jambu air, pisang batu, lobi-lobi merah, cabai merah, terasi, gula jawa, asam jawa, garam dan rempah rahasia yang dimasukkannya. Hal tersebut menjadi makanan favorit yang disukai banyak orang, terutama pecinta makanan pedas. Syarif juga salah satu dari sekian banyak penjual rujak tumbuk yang mengalami lika-liku berjualan, dimulai dari bahan-bahan jualan yang murah meriah dimulai dengan harga sekitar Rp 2.000 hingga seluruh bahan baku kian meningkat dijual dengan harga Rp 10.000.
Setiap pagi, Syarif pergi ke pasar untuk membeli buah-buahan yang akan dijualnya. Kemudian setelah membeli buah-buahan, Syarif menyiapkan alat, bahan dan juga pikulan bambu. Namun kendala yang Syarif rasakan ketika pembeli tidak menyukai buah yang tidak segar adalah pembeli kehilangan minat terhadap rujak tumbuk akibat perubahan tekstur buah, rasa, warna dan aroma yang dirasakan. Penghasilan harian Syarif tidak menentu. Terkadang tidak ada pembeli sama sekali dan ada masanya ketika rujak tumbuk habis dibeli oleh pengunjung. Namun, rata-rata penghasilan Syarif per hari sekitar Rp 400.000 (30/11/2022).


Penulis: Mutiara Nur Fitri 
Editor: Fadiyatunnisa

Minggu, 27 November 2022

Harga Terjangkau, Lokasi Mudah Dicari, Jajanan Recomended, Tunggu Apa Lagi? Kue Cubit Solusinya!

Kue cubit yang manis dan lembut merupakan jajanan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Namun bekile lovers tak perlu khawatir, karena kini jajanan legendaris tersebut bisa ditemui dibanyak objek wisata kota Sukabumi. Salah satunya, di sekitar Mesjid Agung Kota Sukabumi.

Bentuk kue cubit tergantung dengan cetakan yang digunakan oleh penjualnya. Biasanya kue cubit ini berbentuk bulat, mungil, mengembung ke atas dan ada juga yang berbentuk bulat dengan pinggirannya seperti bunga dan hewan. 
 
Bagi pecinta kuliner, kami merekomendasikan kue cubit yang berlokasi di sekitar Masjid Agung Kota Sukabumi. Kue cubit ini buka mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Kue cubit ini camilan manis yang wajib dicoba dan dibeli, karena memang seenak itu loh! 


Selain di sekitar Masjid Agung Kota Sukabumi, pecinta kuliner juga bisa jumpai kue cubit ini di sekitar pasar Sukabumi dari pukul 03.00 pagi. “Saya biasa start berjualan dari jam 03.00 pagi di pasar, kalo udah siangan baru pindah ke sini, di alun-alun Masjid Agung” ucap Rizwan Faizal (22).

Rizwan Faizal (22) sudah berjualan kue cubit di kota Sukabumi sejak tahun 2018. Awal mula, kue cubit ini dirintis dan dijual di Tanah Abang Jakarta oleh kedua orang tuanya selama enam tahun sejak 2012. Kemudian, mereka pindah ke Kota Sukabumi. “Saya berjualan kue cubit sejak tahun 2018, awalnya kedua orang tua yang berjualan kue cubit di Tanah Abang Jakarta selama enam tahun. Lalu, saya diajari cara membuatnya. Hingga kini, saya yang melanjutkan usaha turun-temurun orang tua saya" ucap Rizwan Faizal (22).


Camilan ini, bisa dijadikan alternatif bagi pecinta kuliner yang tidak sempat sarapan. Selain rasanya yang lembut dan manis, kue cubit ini juga bisa mengenyangkan perut. Rizwan Faizal (22) “Bahan-bahan yang digunakannya ada tepung terigu, telur, margarin, gula pasir, vanillie bubuk, fermipan dan resep turunan yang diwariskan oleh kedua orang tua saya”. 

Tentu saja, bekile lovers dapat menilai dari bahan-bahannya dong yaa… betull!! Tepung terigu, tepung terigu berprotein tinggi yang bisa digunakan tanpa minyak sebagai pengganti nasi, karena diproses dengan cara dipanggang. Omset harian dari penjualan kue cubit ini juga sekitar Rp700.000,00. Namun, hal tersebut masih keuntungan kotor belum termasuk dengan modal.


Kue cubit ini hadir dalam dua varian rasa, yaitu original dan pandan yang dibalut meses coklat di atasnya. Dengan membayar Rp 10.000,00, bekile lovers sudah bisa menikmati kelembutan dan manisnya kue cubit ini. Harga terjangkau, lokasi mudah dicari, jajanan recomended, tunggu apa lagi? (Sukabumi, 19/11/2022).



Penulis: Astri Anggita Aryanti 
Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Kamis, 24 November 2022

Kue Cuhcur Dadakan Ala Mang Ujang, Dijamin Beda!

Bekile Lovers, pasti sebagian orang sudah mengetahui Kue Cucur atau bisa juga disebut Cuhcur, nah kue cuhcur merupakan jajanan yang memiliki bentuk yang menggembung seperti gunung di bagian tengah dan berbentuk tipis di bagian pinggirannya yang renyah. Kue ini biasa kita temui di warung atau di tempat yang menjual beraneka ragam jajanan.

Nah bagi Bekile Lovers yang menyukai makanan satu ini, kami merekomendasikan kue cuhcur Mang Ujang. Tempatnya berada disekitaran Masjid Agung Kota Sukabumi. Menurut Mang Ujang, kue ini berasal manado.  Kue cuhcur ini baru dirintis mulai dari sekitar dua bulan yang lalu. Sebelumnya bisnis kue cuhcur ini dikelola oleh nenek dari Pak Yusuk atau akrab dipanggil Mang Ujang yang berusia 27 tahun. 


Kue cuhcur awalnya dikelola oleh nenek Mang Ujang (27), kini hanya dijual oleh Mang Ujang (27) sendiri, karena sebagian besar dari keluarganya gengsi untuk mengelola bahkan menjual kue cuhcur tersebut. Berjualan kue legendaris ini dilakoni Mang Ujang sebagai bentuk melestarikan kue cuhcur yang sudah mulai jarang dikalangan saat ini. Kue cuhcur Mang Ujang (27) ini tidak mengandung bahan-bahan pengawet. Bahan dasar yang mudah ditemui, meliputi gula aren,tepung beras, dan air. 

Perbedaan kue cuhcur Mang Ujang dengan cuhcur yang dijual pada umumnya adalah kue cuhcur Mang Ujang (27) tidak menggunakan rempah rempah seperti kayu manis. Alasan tidak menggunakan kayu manis karena disesuaikan dengan lidah orang Sukabumi yang tidak terlalu suka manis. Karena jika menggunakan kayu manis kue cuhcur akan terlalu manis.
Mang Ujang (27) belajar membuat kue cuhcur secara otodidak. Dalam kesehariannya bisa menghabiskan 5kg bahan-bahan untuk hari biasa, hingga 15 kg untuk hari libur dan selalu habis sekitar pukul 9 malam. Kue cuhcur Mang Ujang ini tidak menggunakan pengembang, dan bisa menghasilkan kue yang bagus tergantung keahlian yang membuatnya. Kue ini memiliki sedikit kesulitan, karena menggunakan harus api yang sedang atau tidak boleh kebesaran maupun kekecilan untuk hasil yang maksimal. 

Kue Cuhcur Mang Ujang ini cukup banyak peminatnya, hingga ada orang Jakarta yang rela jauh jauh kemari membeli kue cuhcur. Bekile Lovers harus datang dan membeli kue cuhcur ini, karena buka setiap hari rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu loh! Untuk hari senin Mang Ujang (27) memilih untuk libur, selain itu bahwa Mang Ujang (27) berjualan dengan berpindah-pindah. namun masih di lingkungan sekitar Lapang Merdeka dan Mesjid Agung Sukabumi. (Sabtu, 19/11/2022)  

Penulis: Rany Fauziah 
Editor: Fadiyatunnisa

Selasa, 22 November 2022

3 Rekomendasi Jajanan Aci yang wajib dicobain!

Bekile Lovers, makanan tradisional yang semua orang pasti menyukainya berbahan dari aci dan goreng bawang sebagai topping, kira-kira apa yaa? Ya jawabannya adalah ciwang. Ciwang atau Aci Bawang merupakan makanan tradisional yang sangat enak meskipun hanya dengan bahan-bahan yang cukup mudah ditemui di warung terdekat atau kios lainnya.

 Makanan ciwang yang dibuat oleh Ibu Resna (38) sudah cukup lama berdirinya sekitar 10 tahun. Selain itu ciwang buatan Bu Resna sangat berbeda dengan yang lain, sehingga peminat cukup banyak dan berkali kali datang untuk membeli ciwang buatan Bu Resna. “Ciwang ini berbeda dengan yang lain, karena pada dasarnya Ibu menggunakan santan agar terasa gurih dan itu menjadi pembeda dengan ciwang lainnya.” Tutur Bu Resna (19/11/22). 
Ciwang selain makanan yang terbuat dari bahan dasarnya aci, tetapi ciwang merupakan makanan yang berasal dari Sunda. Sehingga, ciwang dikategorikan sebagai makanan tradisional yang sudah ada sejak lama. Resep ciwang buatan Ibu Resna (38) ini turun temurun sehingga menciptakan rasa yang khas. Sehingga tidak sembarang orang bisa meniru persis pembuatan ciwang tersebut . 

Oh iya Bekile Lovers, makanan ciwang ini terbagi menjadi dua bagian yang berbeda ada yang menggunakan bumbu kacang, adapula yang menggunakan sambal. “Ciwang itu ada yang menggunakan bumbu kacang dan ada juga yang menggunakan sambal, kalau yang menggunakan sambal itu saledri ditambah bawang goreng, kalau cibu hanya menggunakan bumbu kacang. Lalu yang membedakannya ialah ciwang menggunakan aci kawung. Sementara teci dari aci singkong dan ada kesulitan tersendiri ketika membuatnya yaitu menggunakan air panas ketika mengaduk adonan” Tutur Bu Resna (19/11/22) 
Wow! cukup menarik untuk dicoba yaa Bekile Lovers, karena harganya masih bersahabat dikantong. Selain itu, Bu Resna berjualan makanan tradisional lainnya seperti onggol camilan yang berbahan dasar aci, gula merah, dan parudan kelapa. Sehingga menghasilkan rasa yang manis dan gurih di mulut. Bekile lovers selain bisa membeli dilokasi, bahwa Bu Resna juga membuka pesanan untuk siapa saja dan siap antar. Sehingga para pecinta jajanan berbahan dasar aci ini bisa menikmati kapanpun, di manapun dan pada saat apapun. 
Ciwang ini masih dijual dengan harga yang ramah dikantong loh Bekile Lovers hanya 1000 rupiah, teci 5000 ribu dapat 4 tusuk, dan onggol 1000 rupiah per potongnya. Woww.. cukup worth it banget bukan untuk kita sebagai warga Sukabumi? Apalagi untuk anak sekolah, karena di zaman yang semakin modern dan maju ini, selain harga yang masih ramah di kantong tap rasa tetap enak dan lezat.

Penulis: Sri Dewi Rahmawati
Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Minggu, 20 November 2022

Ikonik! Inilah Rahasia Laksa Legendaris Di Sukabumi yang Masih Digemari

                      
Warga sukabumi pasti tak asing lagi dengan Laksa Pak Idrus (80). Laksa Pak Idrus ini berlokasi di Jalan Pemuda, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Makanan khas garut ini mulai dijual dan didirikan oleh pak Idrus sejak 1959, saat Pak Idrus berusia 17 tahun. Pak Idrus (80) memilih berjualan laksa karena resepnya diwariskan secara turun temurun. 

“Laksa ini kan regenerasi yah, awalnya dari Kakeknya ibu, lalu dilanjutkan oleh Bapaknya Ibu, selanjutnya kepada suami ibu. Kalau bapak itu mendirikannya pada tahun 1959 pada saat ibu umur 17 tahun sebelum pernikahan, berpisah dengan orang tua karena menikah mungkin hampir 50 tahun kalau sekarang mah.” Tutur Bu Rina (50) selaku anak dari Pak Idrus(19/11/22).


Makanan tradisional Laksa ini sudah jarang ditemui oleh warga Sukabumi, karena selain memiliki rasanya yang unik bahwa makanan tersebut tidak sembarang orang dapat membuatnya. 

Seperti menurut Bu Rina (50) bahwa “Proses pembuatan laksa ini sangat sulit karena pembuatan kuahnya yang memerlukan banyak rempah. Selain itu juga, seperti kacang kedelainya lalu kelapa dengan menggunakan alat khas untuk mendapatkan sarinya tidak menggunakan alat pada umumnya, namun masih dengan tradisional agar tidak mengubah rasa, sehingga tidak sembarangan orang membuatnya. Makanan laksa ini memiliki bahan-bahan dasar ketupat, tauge, oncom merah, bihun, kemangi, tahu kuning lalu disiram kuah kuning dan dulu juga pernah menggunakan mie, tetapi sekarang sudah tidak menggunakan mie ” Tutur Bu Rina (19/11/22).

Awalnya Pak Idrus (80) hanya berjualan dengan dipikul sampai pada akhirnya beliau memiliki kedai atau warung laksa sendiri. Harganya dibandrol 10 ribu cukup Worth it bukan Bekile Lovers. Sementara itu spesialnya kita sebagai warga Sukabumi masih bisa merasakan kelezatan makanan tradisional ialah Laksa di sekitaran kota sukabumi dan bisa dibeli langsung dilokasi atau dipesan melalui aplikasi gojek. Tidak hanya itu, bahwa Laksa ini juga terkadang dipesan untuk kegiatan seperti pernikahan, ulang tahun, arisan, pengajian dan kegiatan lainnya. 

Bekile lovers tidak perlu khawatir karena untuk menikmati sejuta rasa kelezatan dari Laksa Pak Idrus dapat datang ke lokasi, karena tempatnya tidak berpindah-pindah. Laksa pak Idrus ini memiliki rasa unik yang berbeda dengan kedai laksa lainnya dan terjaga cita rasa khasnya karena pegawai kedai laksa hanya dikelola oleh keluarga. Sehingga tak pernah sepi pembeli dan Laksa pak Idrus tidak buka cabang di manapun. 

“Perhari bisa mencapai omset kurang lebih 200-300 ribu. Waktu buka laksa ini dimulai dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang, namun terkadang bisa tutup lebih awal karena sudah habis terjual.” Tutur bu Rina (19/11/22).

Penulis: Sri Dewi Rahmawati
Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Kamis, 17 November 2022

Kerak Telor, Makanan Primadona Warga Jakarta


 Kerak telor merupakan makanan tradisional yang sudah jarang ditemui, bahkan di kota Jakarta sendiri yang merupakan tempat asli makanan tersebut berasal sudah dapat dihitung dengan hitungan jari. Namun, dengan tergerusnya zaman masih terdapat beberapa orang yang tetap melestarikan jajanan tradisional dengan keotentikan rasa yang dimilikinya. Kerak telor dapat dikatakan sebagai primadonanya warga Jakarta. Proses pembuatannya terbilang mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama, bekile lovers hanya menunggu waktu sekitar 10-15 menit untuk bisa menyantap jajanan legend yang satu ini. 

Jakarta-BekileUpdate. mendatangi salah satu penjual kerak telor yang tetap konsisten dan hanya satu-satunya penjual yang berada di tempat wisata kota Tua -Jakarta.

"Kerak telor sekarang udah langka neng, ada satu dua orang yang masih jualan dan biasanya orang yang jualannya juga turun temurun dari orang tuanya dan saya termasuk generasi ketiga". Tutur Edi (38) (14/11/2022). 

Kerak telor ini dapat dijumpai bekile lovers di tempat-tempat wisata Jakarta seperti di  Monas dan Kota Tua lho... 

"Saya jualan biasanya di sekitaran Monas sama di Kota Tua, buka dari jam 16.00-22.00" Tambah Edi (38) dengan ciri khas nada Betawinya. 

Bahan-bahan yang digunakannya pun sederhana dan  mudah dicari mulai dari beras ketan putih, telur, ebi (kerupuk udang yang ditumbuk halus), serundeng, bawang goreng, dan bumbu penyedap rasa. Terdapat dua menu varian yaitu telur bebek dan telur ayam yang masing-masing mempunyai citarasa yang sama-sama lezat. Proses pembuatannya masih tradisional dengan menggunakan arang dan kuali kecil yang khusus. Penjualan kerak telor dalam satu hari  terjual hingga 10-20 porsi. 

"Bahan-bahan yang dipakai beras ketan putih, telor, ebi, serundeng, bawang goreng, bumbu penyedap (lada, merica, garam, cabe, kencur ditumbuk jadi satu). Ada dua menu, telor ayam sama telor bebek. Harga kerak telor varian telor ayam 20.000, untuk kerak telor varian telor bebek 25.000. Biasanya penjualan juga dalam sehari terjual 20 porsi" Sambung Edi (38). 


Penulis: Astri Anggita Aryanti 

Editor: Nisrina Kamilia Sobari 

Selasa, 15 November 2022

Pabrik Kue Cincin ada 2, MANA YANG ASLI?

     


    Pabrik kue cincin yang berada di Jl. Cikiray Kidul-Cisaat Sukabumi merupakan produksi kue rumahan milik Bapak H. Rosid yang didirikan pada tahun 1982, pabrik tersebut awal mula selalu berpindah-pindah hingga akhirnya menetap. Setelah itu, pabrik kue cincin dilanjutkan oleh anak pertamanya yaitu Ibu Hj. Masitoh dengan nama DS ( Doa Sepuh ). Pabrik kue cincin tidak hanya dikelola oleh Ibu Hj. Masitoh tetapi dikelola oleh adiknya yang diberi nama NSP (yang merupakan singkatan dari nama istrinya).

Pasang surut dalam dunia bisnis kuliner juga dirasakan oleh Pabrik Kue Cincin milik H. Rosid lalu ibu Hj.Masitoh. Namun mereka tetap gigih dalam mencari jalan keluar dengan cara memperbanyak varian kemasan. Ada berbagai ukuran kue cincin baik kecil, tanggung, sedang dan besar dengan variasi harga 5ribu, 25ribu, 40ribu dan 50ribu. Untuk pembelian pun tidak dipatok batas minimal sehingga siapa saja dapat merasakan kelezatan kue cincin. Meski omset tiap tahun naik-turun, namun pabrik ini dapat terus bertahan ditengah gempuran zaman.


Pabrik yang dirintis dengan berbekal kayu bakar sebagai salah satu  alat pengolahan kini telah beralih menggunakan kompor gas. Dahulu hanya membuat adonan sekitar 2kg namun kini mencapai 4-5 karung bahan yang digunakan dalam sehari. Komposisi bahan dari kue cincin masih tetap sama yaitu tepung beras, gula pasir dan gula merah sebagai bahan tambahan. Bahan-bahan yang sekarang digunakan untuk sekali produksi berkisar pada 1 kwintal gula pasir dan 20kg gula merah. Adonan gula pasir pertama kali dilelehkan dan dicampurkan tepung beras saat mendidih dengan menggunakan air matang. Setelah tercampur rata juga diberi gula merah sebagai pewarna. Apabila adonan sudah tercampur maka perlu didiamkan semalaman hingga akhirnya siap dipasarkan.

Produksi kue cincin kebanyakan membuat ukuran kecil dan tanggung, selebihnya sesuai dengan pesanan masuk.Kue cincin yang sudah siap dipasarkan mampu bertahan untuk stok selama 1-2 hari. Akan tetapi biasanya stok selalu habis kurang dari satu hari sehingga mengharuskan produksi lagi sebagai stok. Pabrik akan berhenti produksi apabila persediaan masih banyak dan hari liburnya jatuh pada hari Minggu. Setiap harinya juga membuat stok lebih untuk para pelanggan yang membeli eceran.

Peredaran bisnis kue cincin ini sudah termasuk sukses karena banyak reseller yang setiap harinya mengambil stok ke pabrik secara langsung. Adapun area pemasaran kue cincin sudah meluas dari wilayah Kabupaten Sukabumi yaitu Cibadak, Ciparung, Parung Kuda. Selain itu, pengiriman juga  sudah sampai ke luar kota Sukabumi seperti  Cigombong, Sentul, Bandung dan Jakarta. Pemasaran untuk wilayah Jakarta dilakukan 2 kali seminggu sedangkan untuk Bandung sebanyak 3 kali dalam seminggu.


Penulis: Sri Dewi Rahmawati 

Editor: Fadiyatunnisa 

Minggu, 13 November 2022

Permen Jahe Sebagai Warisan Turun Temurun? APA IYA?

    


        Pabrik permen jahe yang beralamat di Jl Prana, Kecamatan Babakan Jampang, Kota Sukabumi didirikan pada tahun 1991. Pabrik tersebut telah berdiri kurang lebih 31 tahun dengan nama “Kean”. Awalnya, bapak Aep Saepulloh (59) bekerja bersama saudara, kemudian berinisiatif untuk merintis dari awal setelah mengetahui proses pembuatan, pengolahan serta pemasaran ranah jualnya.




 Selama 31 tahun berdiri, pabrik permen jahe pernah mengalami resesi ekonomi saat memproduksi. Hal tersebut terjadi karena minimnya sumber daya manusia, kenaikan bahan baku mempengaruhi harga permen, kesulitan mencari jenis gula pasir yang berkualitas sebab setiap jenis mempunyai kadar gula yang berbeda dan proses pengolahan bisa gagal mencetak permen jahe apabila kadar air tidak sesuai dengan jenis gula dan melelehnya permen jahe akibat jangka waktu yang terlalu lama. Namun, gagal cetak bisa ditanggulangi dengan mendaur ulang permen tersebut dengan cara dicampur dengan adonan yang baru. Resesi ekonomi tersebut dapat diatasi dengan mengirimkan permen jahe pada agen atau reseller selain di kota/kabupaten Sukabumi, seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor dan Cianjur. Pabrik permen jahe pernah diajak bekerja sama dengan Shanghai, Cina. Namun, pengiriman permen jahe belum pernah dikirim sampai keluar negeri dikarenakan target produksi dari Shanghai, Cina sejumlah 21 ton perminggu tidak sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia mengingat proses pembuatan masih dilakukan secara tradisional sedangkan pengiriman juga sudah meluas selain kota/kabupaten Sukabumi.

    Sumber: Instagram @keangingercandy

    Pabrik permen jahe terus berkembang mulai dari 8 orang pekerja yang hanya mampu memproduksi 50kg pertahun hingga kini 60 orang pekerja yang mampu memproduksi sampai 800kg pertahun. Pabrik permen jahe saat ini dikelola oleh putranya, Muhammad Rahmat (38). Dalam sehari bisa menghasilkan 8 kuintal atau 800 kg. Bahan-bahan permen jahe sendiri adalah jahe yang diambil dari petani sejumlah 5 kuintal perminggu yang bisa habis dalam sehari, gula, tepung tapioka dan air. Proses pengolahan permen jahe ini masih menggunakan kayu bakar dan kuali besar yang tidak menggunakan gas elpiji, karena mempengaruhi kualitas rasa, aroma dan tingkat kematangan yang berbeda. Waktu pengolahan permen jahe memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Permen jahe lazimnya berbentuk kotak dengan ukuran 1cm-2cm. Namun, konsumen dapat memesan sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Mulai dari ukuran terkecil, sedang dan besar. Permen jahe memiliki 2 varian rasa yaitu permen jahe original (jahe) dan permen jahe asam. Selain itu, permen jahe juga memiliki kemasan yang bermacam-macam. Mulai dari ukuran terkecil dengan harga 5rb, ukuran sedang dengan harga 10rb, dan ukuran 1kg dengan harga 250rb. 


Penulis: Fadiyatunnisa 

Editor: Mutiara Nur Fitri 





Sabtu, 12 November 2022

Bekile Update






Susunan Redaksi 

Pemimpin Umum: David Setiadi, M.Hum

Pemimpin Redaksi: Astri Anggita Aryanti

Sekretaris: Sri Dewi Rahmawati

Bendahara: Mutiara Nur Fitri

Pemasaran: Sri Dewi Rahmawati & Mutiara Nur Fitri

Editor: Fadiyatunnisa, Nisrina Kamilia Sobari & Mutiara Nur Fitri

Reporter: Rany Fauziah, Sri Dewi Rahmawati, Nisrina Kamilia Sobari, Fadiyatunnisa, Mutiara Nur Fitri


Identitas Perusahaan

Alamat Redaksi: Lab PBSI, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

No telpon: 082276061040

Email: bekileupdate@gmail.com

Instagram: bekileupdate

Twitter: @bekileupdate7

Tiktok: bekileupdate


Sejarah Perusahaan 

    Bekile Update berdiri pada tanggal 7 November 2022. Kata Bekile diambil dari diksi bahasa Indonesia yang artinya makan yang dilakukan secara bersama-sama dan kata update yang artinya memperbaharui. Oleh karena itu Bekile Update diharapkan dapat mempublikasikan berita yang berkualitas dan bersifat memperbaharui.

Tema Berita: Kuliner tradisional.

Visi dan Misi
Visi: Mengenalkan kembali makanan tradisional kota dan kabupaten Sukabumi
Misi: 
  1. Mengeksplore makanan tradisional kota dan kabupaten Sukabumi
  2. Mengulas makanan tradisional kota dan kabupaten Sukabumi 
  3. Mempublikasikan hasil liputan seputar makanan tradisional kota dan kabupaten Sukabumi