Masjid Agung merupakan lambang kota Sukabumi yang sangat populer di kalangan penduduk, baik dari kota maupun kabupaten Sukabumi. Selain tempat ibadah, sekitar Masjid Agung biasa dijadikan tempat bersantai, berfoto, bahkan jalur rezeki para tulang punggung keluarga yang mencari nafkah dengan cara berjualan makanan. Seperti makanan tradisional rujak tumbuk. Syarif adalah penjual rujak tumbuk keliling yang menggunakan pikulan bambu dan sudah menjalankan usahanya selama 20 tahun. "Saya sudah berjualan sekitar 20 tahun tanpa gerobak dan bermodalkan pikulan bambu" ucap Syarif (29/11/2022)

Rujak tumbuk merupakan salah satu kuliner khas Cirebon yang cara pembuatannya ditumbuk menggunakan alu dengan berbagai aneka buah-buahan dan kaya akan rempah-rempah di dalamnya. aneka buah-buahan dan rempah-rempah tersebut diantaranya bengkuang, jambu kelutuk, kedondong, ubi jalar, jambu air, pisang batu, lobi-lobi merah, cabai merah, terasi, gula jawa, asam jawa, garam dan rempah rahasia yang dimasukkannya. Hal tersebut menjadi makanan favorit yang disukai banyak orang, terutama pecinta makanan pedas. Syarif juga salah satu dari sekian banyak penjual rujak tumbuk yang mengalami lika-liku berjualan, dimulai dari bahan-bahan jualan yang murah meriah dimulai dengan harga sekitar Rp 2.000 hingga seluruh bahan baku kian meningkat dijual dengan harga Rp 10.000.

Setiap pagi, Syarif pergi ke pasar untuk membeli buah-buahan yang akan dijualnya. Kemudian setelah membeli buah-buahan, Syarif menyiapkan alat, bahan dan juga pikulan bambu. Namun kendala yang Syarif rasakan ketika pembeli tidak menyukai buah yang tidak segar adalah pembeli kehilangan minat terhadap rujak tumbuk akibat perubahan tekstur buah, rasa, warna dan aroma yang dirasakan.
Penghasilan harian Syarif tidak menentu. Terkadang tidak ada pembeli sama sekali dan ada masanya ketika rujak tumbuk habis dibeli oleh pengunjung. Namun, rata-rata penghasilan Syarif per hari sekitar Rp 400.000 (30/11/2022).
Penulis: Mutiara Nur Fitri
Editor: Fadiyatunnisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar