Bekile Update
Minggu, 15 Januari 2023
Pengaruh Media Bekile Update terhadap Makanan Tradisional yang Sudah Dipublikasikan
Minggu, 01 Januari 2023
Mau Sarapan Praktis dan Murah? Nasi Uduk Ibu Engkar Solusinya!
Nasi uduk merupakan hidangan nasi gurih khas Betawi yang disajikan dengan berbagai lauk. Lauk pauk yang disajikan diantaranya bihun, tempe orek, telur dadar atau telur balado, sambal dan ditambah sedikit bawang goreng. Nasi uduk ini identik sebagai menu sarapan pagi di Indonesia.
Nasi uduk Ibu Engkar (54) sudah
berdiri sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang atau sudah sekitar
enam tahun didirikan. “Saya berjualan sudah enam tahun dari tahun 2017 sampai
sekarang.” Ucap Ibu Engkar (01/01/23).
Nasi
uduk ini awalnya dirintis oleh anaknya yang pindah dari
cibubur, setelah itu dilanjutkan oleh Ibu Engkar (54) bersama suaminya yang
ikut membantu yaitu Pak Cici Basri (62).
“Ya
saya berjualan dengan suami saya. Setelah suami saya pensiun dari pekerjaannya. Dia kini membantu saya dengan mendorong gerobak."
Ucap Ibu Engkar (01/01/23).
Nasi uduk Ibu Engkar (54) menetap di Jalan Pelabuhan II, berpatokan di sebrang Gang Warudoyong. Dalam satu hari, Ibu Engkar (54) bisa menghabiskan 50 bungkus nasi uduk. Selain itu, nasi uduk Ibu Engkar (54) memiliki dua varian yaitu nasi kuning dan nasi
putih. Ibu Engkar (54) berjualan mulai dari pukul 06.00 biasanya sampai pukul 08:00 atau pukul 09:00.
"Saya
berjualan dari pagi jam enam sampai jam delapan kadang juga jam sembilan." Ucap Ibu Engkar (01/01/23).
Nasi uduk yang sudah dirintis enam tahun ini, cukup banyak peminatnya karena menjadi salah satu menu sarapan pagi. Nasi uduk ini menjadi menu praktis untuk berangkat sekolah, bekerja dan lainnya. Nasi uduk Bu Engkar dibandrol dengan harga Rp. 10.000 per-porsi dilengkapi dengan telor dadar atau telor balado, tempe orek, bawang gorengan, mie goreng dan timun.
Bagi Bekile Lovers yang berminat membeli nasi uduk Bu Engkar ini, bisa datang langsung ke Jalan Pelabuhan II, sebrang Gang Warudoyong. Menu ini direkomendasikan bagi Bekile Lovers yang ingin sarapan praktis, kenyang dan murah.
Senin, 2 Januari 2022
Penulis: Sri Dewi Rahmawati
Editor: Nisrina Kamilia Sobari
Rabu, 28 Desember 2022
Gokil! Tahu Sumedang Sari Bumi Tetap Berdiri Kokoh Hingga 12 Tahun
Ahmad (53) adalah penjual makanan khas dari daerah Sumedang yang namanya sudah dikenal di kalangan pecinta kuliner, apalagi kalau bukan “Tahu Sumedang Sari Bumi”. Tahu Sumedang Sari Bumi sudah berdiri selama 12 tahun dari tahun 2010. Selama 12 tahun berjualan, Ahmad (53) memasok tahu tersebut dari pabrik yang terletak di Cisaat dekat jembatan Cigunung.
Ahmad
(53) mulai berjualan setiap harinya mulai pukul 06.30 pagi hingga 19.00 malam
di Jl. Raya Cisaat No 5 Kecamatan Cisaat. "Kalau di sini buka dari
setengah tujuh sampai pukul tujuh malam" Ujar Ahmad (53) 18/12/2022. Ahmad
(53), sudah memiliki empat cabang tahu Sumedang yang terletak di Cisaat,
Salakaso, Cibeureum R.A Kosasih depan Alfamart dan Balai Desa Sukaraja.
"ini cabangnya 4 ada di Cisaat, Salakaso, Cibeureum R.A Kosasih depan
Alfamart dan Balai Desa Sukaraja" Ujar Ahmad (53) 18/12/2022.
Tekstur
tahu sumedang yang lembut, ringan dan rasa yang gurih dimulut cocok dijadikan
cemilan untuk Bekile Lovers yang suka ngemil. Bila pembeli banyak, omzet Ahmad
per hari bisa mencapai Rp 700.000 dengan total tahu terjual sebanyak 250 tahu.
Senin, 26 Desember 2022
Nikmatnya Jajan Ketan Bakar Abah Udin!
Kamis, 22 Desember 2022
Sama-sama dari Singkong. Tapi Kok Beda?!
Selasa, 20 Desember 2022
Bukan Sembarang Bubur Kacang, Ini Bubur Kacang Hijau Khas Madura!
Minggu, 18 Desember 2022
Sekoteng, Minuman Manis yang Menghangatkan. Cocok saat Cuaca Dingin
Jawa Tengah adalah sebuah provinsi yang memiliki banyak sekali jenis makanan daerah yang ada di dalamnya. Provinsi Jawa Tengah dapat dicirikan sebagai suatu daerah yang memiliki banyak makanan bercita rasa manis. Salah satu contohnya yaitu sekoteng.
Sekoteng adalah salah satu jenis minuman manis yang terbuat
dari gula jawa dan juga jahe. Sekoteng merupakan salah satu makanan yang
biasanya disajikan dengan keadaan panas atau hangat cocok dinikmati pada saat cuaca
dingin.
Opay (48) salah seorang penjual sekoteng yang sudah
menjalani profesinya sejak 11 tahun lalu. Selama 11 tahun berjualan, Opay (48) merintis
usahanya sendiri. “Saya mulai merintis dan belajar sendiri cara pembuatannya. Semua
bahan bahan nya alami tanpa pengawet. Ada rasa pandan dan jahe, keduanya terbuat
dari air rebusan pandan dan jahe yang saya olah sendiri” ucap Opay (19/12/22).
Opay (48) biasa menjual sekoteng di depan Museum Pegadaian Sukabumi Jalan Pelabuhan II, Tipar, Kecamatan Citamiang. Biasanya buka dari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 dengan omset yang berbeda beda setiap harinya. “Omset setiap hari tidak menentu tapi jika penjualan sedang sepi biasanya habis 60 porsi”ucap Opay (19/12/22).
Selama keseharian nya menjual sekoteng, Opay (48) tidak mengalami banyak kesusahan dalam membuat sekoteng, selain karena cara membuatnya mudah, bahan-bahan yang dibutuhkannya dalam membuat sekoteng pun juga mudah untuk ditemukan. “Tidak ada kesulitan dalam pembuatan sekoteng, bahan bahannya hanya kacang hijau, potongan roti tawar, potongan biskuit, kolang kaling, jahe, pandan, kayu manis, cengkih, sagu mutiara, dan jali” ucap Opay (19/12/22).
Senin, 19 Desember 2022
Penulis: Fadiyatunnisa
Editor: Nisrina Kamilia Sobari
Kamis, 15 Desember 2022
Ini Kue Pancong Bukan Kue Pocong!
Selasa, 13 Desember 2022
Tahu Gejrot Kuah Pedas dan Manis? Nagih Rasanya
Ujang Iskandar (38) adalah seorang penjual kuliner makanan khas Cirebon. Makanan tersebut sudah populer di beberapa daerah termasuk Sukabumi. Sajian kuliner ini, disajikan dengan kuah yang pedas dan manis yaitu tahu gejrot. “Makanan tahu gejrot ini khas Cirebon” ucap Ujang Iskandar (38) 30/11/2022.
Usaha Tahu Gejrot dimulai saat Ujang Iskandar (38) diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja dan mulai berjualan di Jalan Sukaraja selama kurang lebih 2 tahun. Alasan Ujang Iskandar (38) memilih berjualan tahu gejrot, karena kuliner makanan paling mudah dibuat, tradisional dan praktis, serta bahan-bahannya mudah untuk ditemukan. Awal mula berjualan Ujang Iskandar (38) mengalami kesulitan, tapi begitu terbiasa, jadi mudah. “Kebetulan awalnya sulit, tapi begitu terbiasa, mudah" Ucap Ujang Iskandar (38) 30/11/22. Kesulitannya terletak pada bahan baku tahu, karena tahu khas sukabumi dan cirebon berbeda. Oleh sebab itu, Ujang Iskandar (38) menyuplai bahan baku tahu dari Sukabumi, apabila mengambil tahu dari Cirebon kualitas tidak terjamin dan pengirimannya bisa saja terlambat karena jaraknya jauh. Setelah dua tahun berjualan di Sukaraja, Ujang Iskandar (38) mulai berkeliling dari Sukaraja menuju Pintu Hek dan akhirnya menetap di depan Pasar Pelita selama kurang lebih dua minggu. Ujang Iskandar (38) dalam sehari bisa menghabiskan 300-400 tahu dan menghasilkan omzet Rp 400.000. Namun, hal ini akan disesuaikan dengan jumlah tahu dan jumlah pembeli. Bahan membuat tahu gejrot dimulai dari tahu, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam dan air gula sebagai bumbu rahasia. “Kalau bahannya sederhana, yang utama bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam, dan yang paling utama adalah air gula sebagai bahan rahasianya” ucap Ujang Iskandar (38). 30/11/22.
Pecinta kuliner tidak perlu khawatir. Untuk harganya, tahu yang dijual Ujang Iskandar (38) sendiri tergolong terjangkau dan aman dikantong pelajar. Sekitar Rp 5.000-7.000 per porsi.
Rabu, 14 Desember 2022
Senin, 12 Desember 2022
Serrr, minuman seger ya Es loder
Es loder merupakan minuman khas daerah Bogor dengan jenis isian yang bermacam-macam. Memiliki cita rasa yang segar, dan cocok dinikmati di siang hari. Walaupun es loder berasal dari Bogor, bekile lovers jangan khawatir kini es loder dapat dijumpai di kota Sukabumi.
Es loder yang manis dan menyegarkan wajib dicicipi bagi
para pecinta kuliner. Isiannya yang
beragam mulai dari bubur sumsum yang berwarna hijau, candil, sagu
mutiara, biji salak, lalu disiram dengan air gula merah, santan dan diberi es
batu. Sudah terbayang bagaimana segar dan manisnya es loder jika dinikmati?
Salah satu es loder yang bisa bekile lovers nikmati yaitu es loder Rian(38) yang biasa berjualan keliling di depan Pasar pelita dan sekitaran Jl. Ahmad Yani kota Sukabumi.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es loder cukup mudah dicari dan terjangkau di pasaran. Bahan-bahan yang digunakan yaitu tepung beras atau puding hunkue, daun pandan, ubi, santan, gula merah, dan tepung aci. “Bahan-bahan yang dipake cukup banyak tapi mudah dicari mulai dari tepung beras atau hunkue buat pembuatan bubur sumsum, daun pandan, ubi untuk bahan candil (biji salak), gula merah yang dimasak pake air, sama tepung aci untuk bahan pacar cina” jelas Rian (38). Untuk bisa menikmati minuman segar ini, bekile lovers gak perlu risau karena tidak merogoh kocek uang jajan yang besar. Satu gelas cup es loder bisa dinikmati dengan harga Rp 5000, 00. Penjualan es loder cukup menjajikan, karena dalam sehari Rian(38) bisa menjual 50 porsi es loder. Jadi, tunggu apalagi yuk segera cicipi kesegaran es loder Rian (38).
Senin, 12 Desember 2022
Kamis, 08 Desember 2022
Salad Tradisional Khas Sunda
Gado-gado atau istilah sunda sering disebut lotek, merupakan salah satu jenis makanan tradisional Indonesia yang masih banyak diminati khususnya di daerah Pulau Jawa atau Tanah Sunda. Makanan tradisional khas Sunda ini terbuat dari beberapa jenis sayuran rebus seperti kol, wortel, toge, labu siam, kacang panjang, nangka, dan kangkung yang dicampur dengan bumbu kacang langsung sehingga penyajiannya terasa segar.
Meskipun masih banyak yang berminat, namun
saat ini lotek sudah jarang ditemui, karena persaingan dari berbagai jenis makanan modern yang
lebih menarik. Walau begitu, masih ada yang menjual dan
mempertahankan lotek yang sudah hampir punah keberadaanya.
Salah satunya Eni (44) penjual lotek di kota Sukabumi khususnya di daerah depan Pasar Pelita. Eni
(44) mendirikan usaha loteknya sejak tahun 2015. Alasan Eni (44) memilih
berjualan lotek karena cara pembuatannya yang mudah, dan bahannya mudah dicari dan
masih banyak di gemari khususnya ibu-ibu dan remaja.
“Pertama kali saya
berjualan tahun 2015 di Cisaat lalu sekarang pindah ke depan pasar pelita
karena ikut suami. Memilih berjualan lotek karena sampai saat ini masih banyak
yang mencari terutama ibu-ibu” ucap Eni (01/12/22)
Dalam sehari, Eni (44) menjual lotek sekitar 25 porsi per harinya. Lotek yang terjual hanya sedikit dikarenakan tempatnya masih baru dan belum diketahui banyak orang. Harga lotek ini hanya Rp. 10.000,00. Selain itu, omzet yang didapatkannya sekitar Rp 250.000,00 di setiap harinya.
"Saya biasanya buka dari pukul 8 pagi
sampai pukul 5 sore di depan pasar Pelita Kota Sukabumi” ucap Eni (01/12/2022)
Selasa, 06 Desember 2022
Segerrr! Es Cendol Bermodal Ekonomis Meraup Banyak Untung
Senin, 05 Desember 2022
Asinan Bogor Masih Ada! Dimana?
Makanan tradisional adalah suatu makanan yang terdapat di suatu daerah dan bersifat turun temurun, dari generasi ke generasi. Makanan tradisional cenderung memiliki suatu ciri khas yang hanya dapat dimiliki pada makanan yang ada di daerah tersebut.













