Gado-gado atau istilah sunda sering disebut lotek, merupakan salah satu jenis makanan tradisional Indonesia yang masih banyak diminati khususnya di daerah Pulau Jawa atau Tanah Sunda. Makanan tradisional khas Sunda ini terbuat dari beberapa jenis sayuran rebus seperti kol, wortel, toge, labu siam, kacang panjang, nangka, dan kangkung yang dicampur dengan bumbu kacang langsung sehingga penyajiannya terasa segar.
Meskipun masih banyak yang berminat, namun
saat ini lotek sudah jarang ditemui, karena persaingan dari berbagai jenis makanan modern yang
lebih menarik. Walau begitu, masih ada yang menjual dan
mempertahankan lotek yang sudah hampir punah keberadaanya.
Salah satunya Eni (44) penjual lotek di kota Sukabumi khususnya di daerah depan Pasar Pelita. Eni
(44) mendirikan usaha loteknya sejak tahun 2015. Alasan Eni (44) memilih
berjualan lotek karena cara pembuatannya yang mudah, dan bahannya mudah dicari dan
masih banyak di gemari khususnya ibu-ibu dan remaja.
“Pertama kali saya
berjualan tahun 2015 di Cisaat lalu sekarang pindah ke depan pasar pelita
karena ikut suami. Memilih berjualan lotek karena sampai saat ini masih banyak
yang mencari terutama ibu-ibu” ucap Eni (01/12/22)
Dalam sehari, Eni (44) menjual lotek sekitar 25 porsi per harinya. Lotek yang terjual hanya sedikit dikarenakan tempatnya masih baru dan belum diketahui banyak orang. Harga lotek ini hanya Rp. 10.000,00. Selain itu, omzet yang didapatkannya sekitar Rp 250.000,00 di setiap harinya.
"Saya biasanya buka dari pukul 8 pagi
sampai pukul 5 sore di depan pasar Pelita Kota Sukabumi” ucap Eni (01/12/2022)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar