Pasang surut dalam dunia bisnis kuliner juga dirasakan oleh Pabrik Kue Cincin milik H. Rosid lalu ibu Hj.Masitoh. Namun mereka tetap gigih dalam mencari jalan keluar dengan cara memperbanyak varian kemasan. Ada berbagai ukuran kue cincin baik kecil, tanggung, sedang dan besar dengan variasi harga 5ribu, 25ribu, 40ribu dan 50ribu. Untuk pembelian pun tidak dipatok batas minimal sehingga siapa saja dapat merasakan kelezatan kue cincin. Meski omset tiap tahun naik-turun, namun pabrik ini dapat terus bertahan ditengah gempuran zaman.
Pabrik yang dirintis dengan berbekal kayu bakar sebagai salah satu alat pengolahan kini telah beralih menggunakan kompor gas. Dahulu hanya membuat adonan sekitar 2kg namun kini mencapai 4-5 karung bahan yang digunakan dalam sehari. Komposisi bahan dari kue cincin masih tetap sama yaitu tepung beras, gula pasir dan gula merah sebagai bahan tambahan. Bahan-bahan yang sekarang digunakan untuk sekali produksi berkisar pada 1 kwintal gula pasir dan 20kg gula merah. Adonan gula pasir pertama kali dilelehkan dan dicampurkan tepung beras saat mendidih dengan menggunakan air matang. Setelah tercampur rata juga diberi gula merah sebagai pewarna. Apabila adonan sudah tercampur maka perlu didiamkan semalaman hingga akhirnya siap dipasarkan.
Produksi kue cincin kebanyakan membuat ukuran kecil dan tanggung, selebihnya sesuai dengan pesanan masuk.Kue cincin yang sudah siap dipasarkan mampu bertahan untuk stok selama 1-2 hari. Akan tetapi biasanya stok selalu habis kurang dari satu hari sehingga mengharuskan produksi lagi sebagai stok. Pabrik akan berhenti produksi apabila persediaan masih banyak dan hari liburnya jatuh pada hari Minggu. Setiap harinya juga membuat stok lebih untuk para pelanggan yang membeli eceran.
Peredaran bisnis kue cincin ini sudah termasuk sukses karena banyak reseller yang setiap harinya mengambil stok ke pabrik secara langsung. Adapun area pemasaran kue cincin sudah meluas dari wilayah Kabupaten Sukabumi yaitu Cibadak, Ciparung, Parung Kuda. Selain itu, pengiriman juga sudah sampai ke luar kota Sukabumi seperti Cigombong, Sentul, Bandung dan Jakarta. Pemasaran untuk wilayah Jakarta dilakukan 2 kali seminggu sedangkan untuk Bandung sebanyak 3 kali dalam seminggu.
Penulis: Sri Dewi Rahmawati
Editor: Fadiyatunnisa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar