Pabrik permen jahe yang beralamat di Jl Prana, Kecamatan Babakan Jampang, Kota Sukabumi didirikan pada tahun 1991. Pabrik tersebut telah berdiri kurang lebih 31 tahun dengan nama “Kean”. Awalnya, bapak Aep Saepulloh (59) bekerja bersama saudara, kemudian berinisiatif untuk merintis dari awal setelah mengetahui proses pembuatan, pengolahan serta pemasaran ranah jualnya.

Selama 31 tahun berdiri, pabrik permen jahe pernah mengalami resesi ekonomi saat memproduksi. Hal tersebut terjadi karena minimnya sumber daya manusia, kenaikan bahan baku mempengaruhi harga permen, kesulitan mencari jenis gula pasir yang berkualitas sebab setiap jenis mempunyai kadar gula yang berbeda dan proses pengolahan bisa gagal mencetak permen jahe apabila kadar air tidak sesuai dengan jenis gula dan melelehnya permen jahe akibat jangka waktu yang terlalu lama. Namun, gagal cetak bisa ditanggulangi dengan mendaur ulang permen tersebut dengan cara dicampur dengan adonan yang baru. Resesi ekonomi tersebut dapat diatasi dengan mengirimkan permen jahe pada agen atau reseller selain di kota/kabupaten Sukabumi, seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor dan Cianjur. Pabrik permen jahe pernah diajak bekerja sama dengan Shanghai, Cina. Namun, pengiriman permen jahe belum pernah dikirim sampai keluar negeri dikarenakan target produksi dari Shanghai, Cina sejumlah 21 ton perminggu tidak sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia mengingat proses pembuatan masih dilakukan secara tradisional sedangkan pengiriman juga sudah meluas selain kota/kabupaten Sukabumi.

Sumber: Instagram @keangingercandy
Pabrik permen jahe terus berkembang mulai dari 8 orang pekerja yang hanya mampu memproduksi 50kg pertahun hingga kini 60 orang pekerja yang mampu memproduksi sampai 800kg pertahun. Pabrik permen jahe saat ini dikelola oleh putranya, Muhammad Rahmat (38). Dalam sehari bisa menghasilkan 8 kuintal atau 800 kg. Bahan-bahan permen jahe sendiri adalah jahe yang diambil dari petani sejumlah 5 kuintal perminggu yang bisa habis dalam sehari, gula, tepung tapioka dan air. Proses pengolahan permen jahe ini masih menggunakan kayu bakar dan kuali besar yang tidak menggunakan gas elpiji, karena mempengaruhi kualitas rasa, aroma dan tingkat kematangan yang berbeda. Waktu pengolahan permen jahe memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Permen jahe lazimnya berbentuk kotak dengan ukuran 1cm-2cm. Namun, konsumen dapat memesan sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Mulai dari ukuran terkecil, sedang dan besar. Permen jahe memiliki 2 varian rasa yaitu permen jahe original (jahe) dan permen jahe asam. Selain itu, permen jahe juga memiliki kemasan yang bermacam-macam. Mulai dari ukuran terkecil dengan harga 5rb, ukuran sedang dengan harga 10rb, dan ukuran 1kg dengan harga 250rb.
Penulis: Fadiyatunnisa
Editor: Mutiara Nur Fitri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar